>>> Menggapai Cinta ILAHI

Bersih itu sehat
bersih itu indah
bersih itu sebagian dari iman
bersihnya jasmaniah
dari najis haram dan maksiat
semua mata senang melihat
indahnya akhlak yang didapat
datanglah perasaan memikat
datang pula perasaan cinta


bersihnya rohani
dari sifat iri dan dengki
sombong kikir dan munafik
indahnya akhlak insani
indah dipandang ilahi
datanglah cinta ilahi
kepada hambanya yang bersih
bersih jasmani dan rohani
insya allah tergapai cinta ilahi

#karya : Ainun Jariyah

Selasa, 17 September 2013

JAVA LAB


Java Foundation Class (JFC) merupakan sekumpulan class-class Java yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak berbasis GUI (Graphical User Interface). Selain itu, JFC juga mempunyai class-class yang digunakan untuk menambahkan fungsi dan kemampuan interaksi yang variatif dari pemrograman Java. Dari definisi ini, JFC tidak hanya berisi class-class GUI saja tetapi juga class-class lain yang dapat meningkatkan kemampuan pemrograman Java baik dari segi fungsionalitasnya maupun dari segi kemampuan interaksi pemrograman Java yang sangat kaya.

Dasar-dasar pemrograman java yang pertama akan di pelajari adalah memunculkan text “HELLO WORLD”.

Public class HelloWorld
{
public static main void(string arg[])
{
System.Out.Println(“Hello World”);

}
}


dalam pemrograman ini ada beberapa peraturan yang harus di taati untuk membuat program bisa berjalan dengan baik. :

1. nama class harus sama dengan nama file yang di simpan dengan extensi *.java
contoh : nama class : HelloWorld
nama file : HelloWorld.java

2. dalam penamaan class, tidak boleh menggunakan spasi ataupun simbol.

3. dalam pengetikan statement System.Out.Println . Harus di awali dengan huruf kapital semua.

Setelah kalian mengetikkan code program di atas, langkah2 selanjutnya adalah :

1. menyimpan file dengan nama dan extensi “HelloWorld.java” di desktop.

2. buka cmd(commant prompt) lalu pindah direktory nya ke Desktop.

3. ketikkan perintah berikut “ javac HelloWorld.java “, lalu enter.

4. setelah berhasil melakukan kompilasi, anda akan menemukan file bernama dan extensi “ HelloWorld.class “. untuk menjalankannya, kalian cukup mengetikkan perintah “ java HelloWorld “ di CMD.


Jumat, 13 September 2013

Fenomena Worm !My Picture di UIN MALIKI MALANG (KTI)


JUDUL : FENOMENA WORM !MY PICTURE DI UIN MALIKI MALANG

BAB I

1. Pendahuluan

Worm adalah software yang berisi kode jahat atau malicious code yang umumnya bertujuan untk menginfeksi suatu system koputer dengan berbagai macam maksud seperti menghancurkan file berextensi *.doc, membuat bluescreen, memenuhi kapasitas hardisk dan lain lain.

Jalan worm untuk menginfeksi pada umumnya adalah berjalan di komputer yang terinfeksi lalu menggandakan dirinya dalam periode yang pendek ke setiap tempat penyimpanan file (flashdisk) lalu menginfeksi komputer lain setiap flashdisk tersebut di sambungkan.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas fenomena worm yang bernama “!My Picture” yang telah banyak menginfeksi komputer mahasiswa di UIN Maliki Malang. Saya juga akan membahas bagaimana cara membersihkan worm “!My Picture” ini.

2. Rumusan Masalah

a. Deskripsi worm My Picture ?.
b. Cara worm !My Picture menginfeksi komputer?.
c. Cara Membasmi worm !My Picture?.

3. Tujuan Penulisan

a. Untuk mengetahui deskripsi dan ciri dari worm my picture
b. untuk mengetahui cara worm my picture menginfeksi media penyimpanan
c. untuk mengetahui cara membasmi worm my picture


BAB II

1. Deskripsi Worm

worm adalah jenis dari malcode yang sering disebut deangan julukan cacing internet, worm mampu melakukan penggadaan diri dan menyebar dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan keamanan ( security flaws) pada services yang umumk di gunakan. Worm diciptakan dengan tujuan untuk mengambil alih kontrol sebuah komputer dan setelah mereka berhasil menginfeksi sistem, maka mereka segerea melanjutkan untuk mencari korban baru.

2. Sejarah Worm

gagasan papernya founder (EDVAC), yang worm berjudul Electronic John dan Von virus "Theory Discrete Newman, berawal and Variable Organization pada memaparkan tahun Automatic 1949, of dalam Complicated saat Computer seorang sebuah Automata", dibahas suatu kemungkinan bahwa suatu program dapat melakukan penyebaran dengan sendirinya. Kemudian pada tahun 1960-an, para peneliti AT&T Bell Laboratory membuat semacam permainan dengan menciptakan suatu program yang dapat memusnahkan program ciptaan lawan, dan mampu bertahan terhadap serangan program lawan lainnya. Pada akhirnya si-pemenang adalah pemilik program yang tersisa paling banyak. Para peneliti sadar akan bahaya program tersebut, maka setiap selesai permainan program tersebut selalu dimusnahkan. Cikal bakal program worm pertama kali dibuat oleh Bob Thomas pada tahun 1971. Program ini merupakan solusi dari kebutuhan system kendali lalu lintas udara. Program ini akan membantu mengingatkan operator apabila pengendalian suatu pesawat udara berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Sesungguhnya program yang disebut "creeper" ini hanya berpindah dari layar ke layar pada jaringan, dengan menampil- kan pesan "I’m creeper! Catch me if you can!". Tetapi program creeper tidak mereproduksi dirinya sendiri, hingga beberapa programmer lain mencoba membuat program serupa, tetapi gagasan tersebut berang- sur-angsur hilang dalam beberapa bulan kemudian. Istilah "virus" mungkin sudah tidak asing terdengar, dapat dikatakan hampir setiap orang yang mengenal komputer juga mengenal istilah ini, sementara istilah "worm" tidak begitu dikenal, padahal istilah ini diciptakan oleh John Shoch dan Jon Hupp di Xerox PARC (Palo Alto Research Centre) pada tahun 1979 sebelum istilah virus komputer dipublikasikan. Istilah worm ini ternyata diilhami oleh suatu program "tapeworm" (cacing pita) dalam sebuah novel fiksi ilmiah karangan John Brun- ner yang berjudul "The Shockwave Rider", yang mengisahkan suatu pemerintahan totaliter yang mengendalikan warga negaranya melalui suatu jaringan komputer. Untuk memerangi hal itu akhirnya seorang pahlawan dalam novel tersebut kemudian memenuhi jaringan dengan suatu program yang disebut "tapeworm" sehingga memaksa mematikan jaringan komputer yang secara otomatis juga menghilangkan kendali pemerintah terha- dap warga negaranya. Kemudian diawal tahun 1980 John Shoch dan Jon Hupp mengadakan sebuah penelitian dengan mengembangkan lima buah program worm, masing-masing worm dibuat dengan tujuan tertentu yang membantu jaringan disekitarnya. Beberapa worm terlihat sederhana, seperti worm "town crier" yang bertugas memasuki jaringan hanya untuk menampilkan pengumuman. Worm lainnya terlihat lebih kompleks dan pintar, seperti worm "vampire". Worm ini tidak akan melakukan kegiatan pada siang harinya, tetapi saat malam hari worm akan melakukan suatu kegiatan tertentu yang telah terprogram sebelumnya, ini berguna untuk memanfaatkan komputer yang tidak bekerja pada malam hari dengan memberikan tugas yang kompleks dan memerlukan daya proses yang lebih. Saat fajar, worm akan menghentikan pekerjaannya dengan terlebih dahulu menyimpan seluruh pekerjaan yang dilakukannya malam itu dan menunggu sore berikutnya. Walau bagaimanapun, walaupun program ini berguna tapi disadari bahwa program ini juga akan sangat berbahaya apabila salah digunakan. Hal ini terbukti saat sebuah worm mengalami malfungsi pada suatu malam dan keesokan harinya para pekerja menemukan seluruh komputer yang ada pada jaringan tersebut mengalami crash (suatu kerusakan dimana system output dan input tidak berfungsi). Lebih dari itu saat komputer dihidupkan kembali, worm malfungsi tersebut kembali membuat komputer crash. Pada akhirnya dibuat semacam vaksin untuk mencegah worm tersebut, dan mulai saat itu
penelitian terhadap worm tersebut ditutup untuk umum.


3. Mekanisme Penyebaran

Worm menginfeksi host korban dan memasukkan kode program sebagai bagian dari program worm ke dalamnya. Kode tersebut dapat berupa kode mesin atau routine untuk menjalankan progam lain yang sudah ada pada host korban. Dalam prosess penyebarannya worm harus mencari korban baru dan menginfeksi korban dengan salinan dirinya. Proses pendistribusia tersebut dapat berlangsung sebagai proses distribusi satuan (dari satu host ke host yang lain), atau sebagai prosess distribusi masal (dari satu host ke banyak host).
Prosess distribusi masal di pertimbangkan sebagai metode penyebaran tercepat dengan asumsi batasan yang di gunakan adalah satuan waktu. Terdapat beberapa mekanisme penyebaran yang di gunakan worm untuk menemukan calon korban, yaitu dengan melakukan scanning. Mencari korban berdasarkan daftar target yang sudah disiapkan terlebih dulu oleh pembuat worm atau berdasarkan daftar yang di temukan pada sistem korban maupun di metaserver, serta melakukan pengawasan secara pasif.

4. Media Penyebaran Worm

a. Worm E-mail
merupakan jenis worm yang menyebar melalui e-mail. Worm ini bisa berupa suatu attachment atau e-mail yang berisi link dari website yang terinfeksi.

b. worm instant messaging

worm ini mempunyai metode penyebaran tunggal. Merekan menyebar menggunakan applikasi chatting(instant messaging), seperti MSN, ICQ dengan mengirimkan link yang amengerah pada website yang teringeksi ke setiap orang yang berada dala daftar. Perbedaan antara worn ini dengan worm e-mail terletak pada perantara yang di gunakan.

c. worm internet

worm ini diciptakan oleh pembuatnya agar dapat melakukan :
- menyalin worm pada pusat jaringan (server).
- mengexploit kelemahan dari sistem operasi untuk mengambil alih kontrol komputer dan atau jaringan.
- mengambil alih jaringan publik.
- menumpang malware lain yang bertindak sebagai pembawa worm ini.

d. Worm IRC

worm ini menargetkan pada channel chat. Worm ini juga menggunakan metode penyebaran dengan mengirim link yang mengarah pada website yang terinfeksi atau file yang terinfeksi , yang akan di gunakan untuk menghubungi pengguna yang terinfeksi.


e. worm network file sharing (p2p worms)

worm jenis ini akan menyalin (copy) dirinya sendiri pada shared folder, yang biasanya terletak pada komputer lokal. Setelah worm berhasil menyalin dirinya dengan nama yang tampak tak berbahaya pada suatu shared folder maka jaringan p2p akan diambil alihnya.


4. Beda Worm dan virus

Istilah "virus" selalu digunakan sebagai suatu acuan umum untuk
setiap malcode (program atau script yang dibuat dengan tujuan mem-
bahayakan atau merugikan sebuah system komputer), seperti worm,
trojan bahkan hoax yang sesungguhnya bukan sebuah virus komputer,
berikut adalah beberapa jenis malcode tersebut:

1. Computer virus: merujuk pada program yang memiliki kemampuan untuk ber- reproduksi, menulari program lain dan menjadikan file-file program tertular sebagai file infector.

2. Computer worm: merujuk pada program independen yang memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi, menulari system komputer dan walaupun mampu untuk menulari program lain namun tidak bertujuan untuk menjadikan file tertular tersebut sebagai suatu file infector.

3. Trojan horse: merujuk pada program independen yang tampaknya berguna, dan ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna, juga melaksanakan fungsi-fungsi yang bersifat destruktif dan merugikan.

4. Malicious toolkits: merujuk pada program yang didesain untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahayakan sebuah system komputer. Contoh dari program jenis ini adalah tool pembuat virus dan program yang dibuat untuk membantu proses cracking atau hacking.

Computer virus: merujuk pada program yang memiliki kemampuan untuk ber- reproduksi, menulari program lain dan menjadi kan file-file program tertular sebagai file infector. Computer worm: merujuk pada program independen yang memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi, menulari system komputer dan walaupun mampu untuk menulari program lain namun tidak bertujuan untuk menjadikan file tertular tersebut sebagai suatu file infector. Trojan horse: merujuk pada program independen yang tampaknya berguna, dan ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna, juga melaksanakan fungsi-fungsi yang bersifat destruktif dan merugikan.

Malicious toolkits: merujuk pada program yang didesain untuk membantu menciptakan program-program yang dapat membahayakan sebuah system komputer. Contoh dari program jenis ini adalah tool pembuat virus dan program yang dibuat untuk membantu proses cracking atau hacking. Dari beberapa keterangan diatas dapat diperjelas bahwa worm adalah suatu algoritma atau program yang mereproduksi diri sendiri dari system ke system dengan menggunakan media penyimpanan atau suatu jaringan. Worm tidak menginfeksi file program lain dengan tujuan menjadikan file terinfeksi tersebut sebagai file infector. Worm mampu bekerja

tanpa interaksi user, bisa merusak sebuah data secara langsung atau menurunkan kinerja system dengan "mengikat" sumber daya system komputer dan bahkan bisa mematikan sebuah jaringan. Berbeda dengan virus yang melakukan infeksi dengan 'menumpang’ pada file program lain, menunggu interaksi user dan menjadikan file terinfeksi ebagai file infector.

BAB III

1. Deskripsi worm my picture

worm my picture memiliki 3 bagia/file yang memiliki tugas filenya sendiri sendiri dalam hal ini memang kebanyakan worm creator membuat lebih dari 1 file untuk memperkuat worm nya dalam hal untuk menginfeksi dan menggandakan diri. worm my picture memilki 3 file yang masih2 bernama.

a. googlechrome.exe
b. blablabla.exe
c. !my picture.src

a. file googlechrome.exe
googlechrome.exe adalah file utama atau file induk dari worm my picture yag berfungsi untuk membuat layar kompputer menjadi blue screen atau membuat system komputer melalukan dumping setiap file googlechrome.exe yang berjalan di hendikan atau di terminate.

Kebanyakan orang awam tidak akan menghentikan file googlechrome.exe secara langsung saat sustem berjalan. Karna sang worm creator menamai induk worm tersebut dengan nama yang sama dengan nama browser terkenal google chrome. Jadi kebanyakan akan mendapati layarnya bluescreen saat komputer di shutdown.

b. blablabla.exe
file ini memiliki nama yang tidak bermakna. walaupun begitu file ini memiliki peran penting dalam keberhasilan eksekusi file induk seperti halnya worm lain file worm ini membuat file induk “ google crhome .exe dan dirinya sendiri berjalan di startup windos yaitu dengan menambah direktory file wormnya di key registry dengan rincian :

- Key HKCU/Software/microsoft/windows/current version/run
- type registry REG_SZ
- value C:/Blablabla.exe
- value C:/temp/Googlechrome.exe

untuk berjalan di startup file ini juga mengkopu dirinya sendiri ke folder startup.

C !My Picture.SRC

Seperti yang bisa di lihat bahwa file tersebut adalah file screensaver, tujuannya disini adalah membuat file screensaver dapat berjalan di desktop windows. Lebih spesifiknya worm ini bertujuan untuk mendeface komputer korban . Bisa juga bertujuan untuk mengalihkan perhatian korban agar mengira file “!My Picture.SRC” adalah file worm sebenarnya. File ini di kopu oleh file induk ke semua drive penyimpanan.

2. Cara worm !My Picture menginfeksi komputer

pada umumnya semua worm mempunyai cara dan konsep yang sama untuk menginfeksi komputer korban. Beberapa worm creator yang sudah profesional bisa membuat worm nya menyebar melalui jejaring social seperti enail. Tetapi kebanyakan worm menyebar kan dirinya lewat media penyimpanan seperti disket, hardisk, flash disk dll. Termasuk juga worm “My Picture” ini.

Keterangan :
- worm yang sudah menginfeksi komputer di sambung kan dengan media penyimpanan flashdisk.
- worm mengkkopu dirinya dan membuat file autorun.inf di flash disk.
- media penyimpanan di sambung dengan komputer yang bersih dari worm.
- komputer kedua (yang bersih) terinfeksi worm dan akan menginfeksi media penyimpanan lain.

3. Bagaimana cara membasmi worm !my picture

dalam membasmi worm !my picture terdapat beberapa cara yang akan di jelaskan yatiu :
1. memlalui safe mode
2. melalui boot scan avast
3. melalui Linux OS

1. melalui safe mode

safe mode adalah salah satu fitur windows untuk mengakses windows tanpa menjalankan program apapun saat startup. dan akan menampilkan fitur dan tampilan windows secara minimalis. Sehingga program / worm !my picture tidak akan berjalan.
Langkah – langkah nya :
a. masuk safe mode dengan menekan f8 saat komputer baru di jalankan
b. pilih safe mode
c. setelah masuk windows . Buka command prompt (CMD)
d. pindah direktory nya ke “C:\
e. ketik del /s /d *.SRC
f. Masuk windows explorer . Hapurs file googlechrome.exe di folder temp.
g. dan hapus file blablabla.exe di folder startup pada cmd interface pindah ke drive lain dan ulangi langkah e.

2. Melalui Boot Scan Avast Anti worm

Boot scan Avast adalah fitur dari anti worm avast yang memperbolehkan user untuk melakukan scan komputer pada saat booting berlangsung .

Langkah langkahnya sebagai berikut :
a. buka interface avast anti worm
b. pilih tab scan
c. pilih boot time scan schedule
d. restart komputer anda

pada saat komputer restart, lalu memulai booting . Avast akan langsung melakukan scaning terhadap harddrive anda. Apa bila avast telah menemukan worm nya atau menemukan file yang telah terinfeksi. Anda akan di berikan pilihan :

1. perbaiki
2. perbaiki semua
3. karantina
4. karantina semua
5. hapus
6. hapus semua

pada pilihan tersebut pilih hapus untuk file worm. Dan pilih perbaiki untuk file yang telah terinfeksi.






BAB III

Design Analisa Sistem


BAB IV

Hasil dan Pembahasan

1. Worm adalah software yang berisi malcode (malicous code).
2. Worm berbeda dengan virus, worm hanya menggandakan diri dan merusak komputer, virus menggandakan diri dan menginfeksi file dan menjadikan file tersebut sebagai infektor.
3. Worm !My Picture membuat komputer menjadi bluescreen saat di shutdown.
4. Worm !My Picture terdiri dari 2 file *.exe dan 1 file *.SRC .
5. Untuk membasmi worm !My Picture dapat di lakukan dengan 3 cara, yaitu :
- Safe Mode
- BootScan Avast
- Kill Dengan Linux

Minggu, 08 September 2013

Pengenalan Delphi (IMK)

Interaksi Manusia dan Komputer

Pengenalan Delphi dalam hal desain, seperti memasukkan :

- button
- textbox
- radiobutton
- checkbox
- image
- mengganti background form
- membuat style windows xp
- memasukkan listbox
- dll

dalam pembelajaran IMK (interaksi manusia dan komputer) juga di perlihatkan cuplikan video tentang teknologi masa depan yang bertemakan GLASS.

TUGAS :
mendesign form sebagus mungkin

Nama : Bill Tanthowi Jauhari
NIM : 13650025

Design :


component :
- textbox
- button
- combobox
- picturebox
- xpstyle
- menu
- groupbox

sekian posting dari saya. assalamualaikum Wr.Wb

see also : http://sakeracoder.blogspot.com/

Selasa, 18 September 2012

Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau



Hai sahabat blogger !!!
bagaimana kabarnya, gimana hari-hari kalian di sekolah, siap menjalani ujian gak? kyk ane nih klas XII deg-degan ama unas yang menghantui tiap hari. hehehe
tapi gak perlu di pikirlah, toh udah kewajiban kita ikut unas, udah gak bisa di hindari lagi.
oiya sahabat blogger pernah menanam biji kacang hijau sebagai praktek skolah g? atau buat pribadi? terserah apa kata kalian, yang penting sekarang saya mau ngeshare tentang PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TUMBUHAN KACANG HIJAU, di sini saya gak akan memposting secara frontal ( mengisi postingan ini dengan isi makalah) tapi saya akan memberikan kisi-kisinya saja, kalau sahabat blogger pingin tau contoh makalahnya, kalian tinggal download saja di :



pada makalah ini saya membahas tentang ketergantungannya tanaman kacang hijau terhadap cahaya matahari, tukang penjual kecamba ( toge) pasti tau tentang hal ini, karena mereka memanfaatkan kecepatan tumbuha kacang hijau yang akan cepat tinggi apabila tidak menerima sinar matahari, batang tumbuhan kacang hijau akn cepat tinggi apabila tidak mendapat sinar matahari karena hormon auksin yang akan merangsang batang tumbuh cepat.
percobaan di atas saya kelompokkan pada 3 kondisi : 
- tempat terang
- remang- remang
- tempat gelap

sekian deskripsi dari saya  SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 13 September 2012

La Dana dan Kerbaunya

La Dana dan Kerbaunya



La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.

Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.

Lalu La Dana mengusulkan pada temannya untuk menggabungkan daging-daging bagian itu dan menukarkannya dengan seekor kerbau hidup. Alasannya adalah mereka dapat memelihara hewan itu sampai gemuk sebelum disembelih. Mereka beruntung karena usulan tersebut diterima oleh tuan rumah.

Seminggu setelah itu La Dana mulai tidak sabar menunggu agar kerbaunya gemuk. Pada suatu hari ia mendatangi rumah temannya, dimana kerbau itu berada, dan berkata "Mari kita potong hewan ini, saya sudah ingin makan dagingnya." Temannya menjawab, "Tunggulah sampai hewan itu agak gemuk." Lalu La Dana mengusulkan, "Sebaiknya kita potong saja bagian saya, dan kamu bisa memelihara hewan itu selanjutnya." Kawannya berpikir, kalau kaki belakang kerbau itu dipotong maka ia akan mati. Lalu kawannya membujuk La Dana agar ia mengurungkan niatnya. Ia menjanjikan La Dana untuk memberinya kaki depan dari kerbau itu.

Seminggu setelah itu La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Ia dijanjikan bagian badan kerbau itu asal La Dana mau menunda maksudnya. Baru beberapa hari berselang La Dana sudah kembali kerumah temannya. Ia kembali meminta agar hewan itu dipotong.

Kali ini kawannya sudah tidak sabar, dengan marah ia pun berkata, "Kenapa kamu tidak ambil saja kerbau ini sekalian! Dan jangan datang lagi untuk mengganggu saya." La dana pun pulang dengan gembiranya sambil membawa seekor kerbau gemuk.

Hanacaraka

Hanacaraka

Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Hanacaraka
Aksara Jawa
Aksara Jawa.png
Jenis Abugida
Bahasa yang dituturkan Jawa
Masa digunakan sekitar abad ke-16 hingga sekarang
Silsilah
Proto-Canaanite alphabet

Huruf Fenisia
Huruf Assyria
Brāhmī
Pallawa
Aksara Kawi
Hanacaraka
Aksara Jawa

Aksara serumpun Bali
Batak
Baybayin
Buhid
Hanunó'o
Lontara
Sunda Kuno
Rencong
Rejang
Tagbanwa
Baris Unicode U+A980–U+A9DF
ISO 15924 Java.

Hanacaraka atau dikenal dengan nama carakan atau cacarakan (bahasa Sunda) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Makasar, bahasa Madura[rujukan?], bahasa Melayu[rujukan?] (Pasar), bahasa Sunda, bahasa Bali[rujukan?], dan bahasa Sasak.

Bentuk hanacaraka yang sekarang dipakai (modern) sudah tetap sejak masa Kesultanan Mataram (abad ke-17) tetapi bentuk cetaknya baru muncul pada abad ke-19. Aksara ini adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.


Klasifikasi
Prasasti modern dengan aksara Latin (bahasa Portugis) dan aksara Hanacaraka/Jawa modern (bahasa Jawa). Prasasti dibuat untuk memperingati pemugaran Taman Sari di komplek Kraton Yogyakarta.

Aksara Jawa Hanacaraka termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Brahmi, sebagaimana semua aksara Nusantara lainnya. Aksara ini memiliki kedekatan dengan aksara Bali. Aksara Brahmi sendiri merupakan turunan dari aksara Assyiria.
Kelompok aksara

Pada bentuknya yang asli, aksara Jawa Hanacaraka ditulis menggantung (di bawah garis), seperti aksara Hindi. Namun demikian, pengajaran modern sekarang menuliskannya di atas garis.

Aksara hanacaraka Jawa memiliki 20 huruf dasar, 20 huruf pasangan yang berfungsi menutup bunyi vokal, 8 huruf "utama" (aksara murda, ada yang tidak berpasangan), 8 pasangan huruf utama, lima aksara swara (huruf vokal depan), lima aksara rekan dan lima pasangannya, beberapa sandhangan sebagai pengatur vokal, beberapa huruf khusus, beberapa tanda baca, dan beberapa tanda pengatur tata penulisan (pada).
Huruf dasar (aksara nglegena)

Pada aksara Jawa hanacaraka baku terdapat 20 huruf dasar (aksara nglegena), yang biasa diurutkan menjadi suatu "cerita pendek":
Aksara nglegena
Javanese script - Ha.png
Ha
Javanese script - Na.png
Na
Javanese script - Ca.png
Ca
Javanese script - Ra.png
Ra
Javanese script - Ka.png
Ka
Javanese script - Da.png
Da
Javanese script - Ta.png
Ta
Javanese script - Sa.png
Sa
Javanese script - Wa.png
Wa
Javanese script - La.png
La
Javanese script - Pa.png
Pa
Javanese script - Dha.png
Dha
Javanese script - Ja.png
Ja
Javanese script - Ya.png
Ya
Javanese script - Nya.png
Nya
Javanese script - Ma.png
Ma
Javanese script - Ga.png
Ga
Javanese script - Ba.png
Ba
Javanese script - Tha.png
Tha
Javanese script - Nga.png
Nga
Huruf pasangan (Aksara pasangan)

Pasangan dipakai untuk menekan vokal konsonan di depannya. Sebagai contoh, untuk menuliskan mangan sega (makan nasi) akan diperlukan pasangan untuk "se" agar "n" pada mangan tidak bersuara. Tanpa pasangan "s" tulisan akan terbaca manganasega (makanlah nasi).

Tatacara penulisan Jawa Hanacaraka tidak mengenal spasi, sehingga penggunaan pasangan dapat memperjelas kluster kata.

Berikut ini adalah daftar pasangan:
Aksara pasangan
Pasangan Ha.png
Ha
Pasangan Na.png
Na
Pasangan Ca.png
Ca
Pasangan Ra.png
Ra
Pasangan Ka.png
Ka
Pasangan Da.png
Da
Pasangan Ta.png
Ta
Pasangan Sa.png
Sa
Pasangan Wa.png
Wa
Pasangan La.png
La
Pasangan Pa.png
Pa
Pasangan Dha.png
Dha
Pasangan Ja.png
Ja
Pasangan Ya.png
Ya
Pasangan Nya.png
Nya
Pasangan Ma.png
Ma
Pasangan Ga.png
Ga
Pasangan Ba.png
Ba
Pasangan Tha.png
Tha
Pasangan Nga.png
Nga
Huruf utama (aksara murda)

Pada aksara hanacaraka memiliki bentuk murda (hampir setara dengan huruf kapital) yang seringkali digunakan untuk menuliskan kata-kata yang menunjukkan nama gelar, nama diri, nama geografi, nama lembaga pemerintah, dan nama lembaga berbadan (Kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang menunjukkan hal-hal diatas biasanya diawali dengan huruf besar atau kapital. Untuk itulah pada perangkat lunak ini kita gunakan huruf kapital untuk menuliskan aksara murda atau pasangannya)

Berikut ini adalah aksara murda serta pasangan murda:


Aksara murda
Javanese script - Na (M).png
Na murda
Javanese script - Ka (M).png
Ka murda
Javanese script - Ta (M).png
Ta murda
Javanese script - Sa (M).png
Sa murda
Javanese script - Pa (M).png
Pa murda
Javanese script - Nya (M).png
Nya murda
Javanese script - Ga (M).png
Ga murda
Javanese script - Ba (M).png
Ba murda
Pasangan
Pasangan Na (M).png
Na murda
Pasangan Ka (M).png
Ka murda
Pasangan Ta (M).png
Ta murda
Pasangan Sa (M).png
Sa murda
Pasangan Pa (M).png
Pa murda
Pasangan Nya (M).png
Nya murda
Pasangan Ga (M).png
Ga murda
Pasangan Ba (M).png
Ba murda
Huruf Vokal Mandiri (aksara swara)


Aksara swara
Javanese script - A.png
A
Javanese script - E.png
E
Javanese script - I.png
I
Javanese script - O.png
O
Javanese script - U.png
U
Huruf tambahan (aksara rèkan)


Aksara rèkan
Javanese script - Gha.png
Gha
Javanese script - Fa.png
Fa / Va
Javanese script - Kha.png
Kha
Javanese script - Dza.png
Dza
Javanese script - Za.png
Za
Huruf Vokal tidak Mandiri (sandhangan)


Nama Sandhangan Aksara Jawa Keterangan
Wulu
Javanese script - Wulu.png
tanda vokal i
Suku
Javanese script - Suku.png
tanda vokal u
Taling
Javanese script - Taling.png
tanda vokal é
Pepet
Javanese script - Pepet.png
tanda vokal e
Taling Tarung
Javanese script - Taling tarung.png
tanda vokal o
Layar
Javanese script - Layar.png
tanda ganti konsonan r
Wignyan
Javanese script - Wignyan.png
tanda ganti konsonan h
Cecak
Javanese script - Cecak.png
tanda ganti konsonan ng
Pangkon
Javanese script - Pangkon.png
tanda penghilang vokal
Péngkal
Javanese script - Pengkal.png
tanda ganti konsonan ya
Cakra
Javanese script - Cakra.png
tanda ganti konsonan ra
Cakra keret
Javanese script - Cakra keret.png
tanda ganti konsonan re
Tanda-tanda Baca (pratandha)

Pratandha.png
Gaya Penulisan (Style, Gagrag) Aksara Jawa

Berdasarkan Bentuk aksara Penulisan aksara Jawa dibagi menjadi 3 yakni:

Ngetumbar

Aj-ngtmbr.png

Mbata Sarimbag

Aj-bs.png

Mucuk eri



Berdasarkan Daerah Asal Pujangga/Manuskrip, dikenal gaya penulisan aksara Jawa :

Jogjakarta

Aj-jogja.png

Surakarta

Aj-solo.png

Lainnya

Aj-ngtmbr.png
Aturan baku penggunaan hanacaraka

Penggunaan (pengejaan) hanacaraka pertama kali dilokakaryakan pada tahun 1926 untuk menyeragamkan tata cara penulisan menggunakan aksara ini, sejalan dengan makin meningkatnya volume cetakan menggunakan aksara ini, meskipun pada saat yang sama penggunaan huruf arab pegon dan huruf latin bagi teks-teks berbahasa Jawa juga meningkat frekuensinya. Pertemuan pertama ini menghasilkan Wewaton Sriwedari ("Ketetapan Sriwedari"), yang memberi landasan dasar bagi pengejaan tulisan. Nama Sriwedari digunakan karena lokakarya itu berlangsung di Sriwedari, Surakarta. Salah satu perubahan yang penting adalah pengurangan penggunaan taling-tarung bagi bunyi /o/. Alih-alih menuliskan "Ronggawarsita" (bentuk ini banyak dipakai pada naskah-naskah abad ke-19), dengan ejaan baru penulisan menjadi "Ranggawarsita", mengurangi penggunaan taling-tarung.

Modifikasi ejaan baru dilakukan lagi tujuh puluh tahun kemudian, seiring dengan keprihatinan para ahli mengenai turunnya minat generasi baru dalam mempelajari tulisan hanacaraka. Kemudian dikeluarkanlah Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga gubernur (Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur) pada tahun 1996 yang berusaha menyelaraskan tata cara penulisan yang diajarkan di sekolah-sekolah di ketiga provinsi tersebut.

Tonggak perubahan lainnya adalah aturan yang dikeluarkan pada Kongres Basa Jawa III, 15-21 Juli 2001 di Yogyakarta. Perubahan yang dihasilkan kongres ini adalah beberapa penyederhanaan penulisan bentuk-bentuk gabungan (kata dasar + imbuhan).
Perubahan Aksara Pallawa ke Aksara-Aksara Nusantara

Perubahan Aksara Pallawa
Perbandingan aksara Jawa dan aksara Bali
Hanacaraka gaya Jawa, aksara-aksara dasar

Hanacaraka gaya Bali, aksara-aksara dasar
Hanacaraka gaya Jawa, aksara-aksara dasar Hanacaraka gaya Bali, aksara-aksara dasar
Penulisan Aksara Jawa dalam Cacarakan Sunda

Cacarakan.png


Ada sedikit perbedaan dalam Cacarakan Sunda dimana aksara "Nya" dituliskan dengan menggunakan aksara "Na" yang mendapat pasangan "Nya". Sedangkan Aksara "Da" dan "Tha" tidak digunakan dalam Cacarakan Sunda. Juga ada penambahan aksara Vokal Mandiri "É" dan "Eu", sandhangan "eu" dan "tolong"
Penggunaan aksara Hanacaraka
Bahasa Jawa dalam huruf Jawa dipakai pada papan nama jalan di Surakarta.

Aksara hanacaraka masih diajarkan di sekolah-sekolah di wilayah berbahasa Jawa sampai sekarang (Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta), sebagai bagian dari muatan lokal dari kelas 3 hingga kelas 5 SD. Walaupun demikian, penggunaannya dalam surat-surat resmi/penting, surat kabar, televisi, media luar ruang, dan sebagainya sangatlah terbatas dan terdesak oleh penggunaan alfabet Latin yang lebih mudah diakses. Beberapa surat kabar dan majalah lokal memiliki kolom menggunakan aksara Jawa. Penguasaan aksara ini dianggap penting untuk mempelajari naskah-naskah lama, tetapi tidak terlihat usaha untuk menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Usaha-usaha revivalisasi bersifat simbolik dan tidak fungsional, seperti pada penulisan nama jalan atau kampung. Salah satu penghambatnya adalah tidak adanya usaha ke arah pengembangan ortografi/tipografi aksara ini.
Integrasi Hanacaraka ke dalam sistem informasi komputer

Usaha-usaha untuk mengintegrasikan aksara ini ke sistem informasi elektronik telah dilakukan sejak 1983 oleh peneliti dari Universitas Leiden (dipimpin Willem van der Molen). Integrasi ini diperlukan agar setiap anggota aksara Jawa memiliki kode yang khas yang diakui di seluruh dunia.

Jeroen Hellingman mengajukan proposal untuk mendaftarkan aksara ini ke Unicode pada pertengahan tahun 1993 dan Maret 1998. Selanjutnya, Jason Glavy membuat "font" aksara Jawa yang diedarkan secara bebas sejak 2002 dan mengajukan proposal pula ke Unicode. Di Indonesia Yanis cahyono membuat font aksara jawa pada tahun 2001 yang diberi nama aljawi sekaligus software installernya [4],hampir bersamaan disusul Ermawan Pratomo membuat hanacaraka font pada tahun 2001, Teguh Budi Sayoga pada tahun 2004 telah pula membuat suatu font aksara Jawa untuk Windows (disebut "Hanacaraka") berdasarkan ANSI[2]. Matthew Arciniega membuat screen font untuk Mac pada tahun 1992 dan ia namakan "Surakarta". Yang terbaru adalah yang digarap oleh Bayu Kusuma Purwanto (2006), yang dapat diekspor ke dalam html.

Baru sejak awal 2005 dilakukan usaha bertahap yang nyata untuk mengintegrasikan aksara Jawa ke dalam Unicode setelah Michael Everson membuat suatu code table sementara untuk didaftarkan. Kelambatan ini terjadi karena kurangnya dukungan dari masyarakat pengguna aksara ini. Baru semenjak masa ini mulai terhimpun dukungan dari masyarakat pengguna. Aksara Jawa Hanacaraka saat ini telah dirilis dalam Unicode versi 5.2 (tergabung dalam Amandemen 6) yang keluar pada tanggal 1 Oktober 2009. Alokasi Memori Aksara Jawa (Javanese) pada Unicode 5.2.0 adalah di alamat heksadesimal A980 sampai dengan A9DF (desimal: 43392–43487).

Pak Lebai Malang

Pak Lebai Malang



Tersebutlah kisah seorang guru agama yang hidup di tepi sungai disebuah desa di Sumatera Barat. Pada suatu hari, ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya dari desa-desa tetangga. Sayangnya pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan.

Pak Lebai menimang- nimang untung dan rugi dari setiap undangan. Tetapi ia tidak pernah dapat mengambil keputusan dengan cepat. Ia berpikir, kalau ia ke pesta di desa hulu sungai, tuan rumah akan memberinya hadiah dua ekor kepala kerbau. Namun, ia belum begitu kenal dengan tuan rumah tersebut. Menurut berita, masakan orang-orang hulu sungai tidak seenak orang hilir sungai.

Kalau ia pergi ke pesta di hilir sungai, ia akan mendapat hadiah seekor kepala kerbau yang dimasak dengan enak. Ia juga kenal betul dengan tuan rumah tersebut. Tetapi, tuan rumah di hulu sungai akan memberi tamunya tambahan kue-kue. Hingga ia mulai mengayuh perahunya ketempat pestapun ia belum dapat memutuskan pesta mana yang akan dipilih.

Pertama, dikayuh sampannya menuju hulu sungai. Baru tiba ti ditengah perjalanan ia mengubah pikirannya. Ia berbalik mendayung perahunya ke arah hilir. Begitu hampir sampai di desa hilir sungai. Dilihatnya beberapa tamu menuju hulu sungai. Tamu tersebut mengatakan bahwa kerbau yang disembelih disana sangat kurus. Iapun mengubah haluan perahunya menuju hulu sungai. Sesampainya ditepi desa hulu sungai, para tamu sudah beranjak pulang. Pesta disana sudah selesai.

Pak lebai cepat-cepat mengayuh perahunya menuju desa hilir sungai. Sayangnya, disanapun pesta sudah berakhir. Pak Lebai tidak mendapat kepala kerbau yang diinginkannya.

Saat itu ia sangat lapar, ia memutuskan untuk memancing ikan dan berburu. Untuk itu ia membawa bekal nasi. Untuk berburu ia mengajak anjingnya.

Setelah memancing agak lama, kailnya dimakan ikan. Namun kail itu menyangkut di dasar sungai. Pak Lebaipun terjun untuk mengambil ikan tersebut. Sayangnya ikan itu dapat meloloskan diri. Dan anjingnya memakan nasi bekal pak Lebai. Oleh karena kemalangan nasibnya, pak Lebai diberi julukan Lebai Malang.

Raja Parakeet


Raja Parakeet

Tersebutlah kisah, seekor raja burung parakeet hidup beserta rakyatnya di sebuah hutan di Aceh. Hidup mereka damai. Kedamaian tersebut terganggu, karena kehadiran seorang pemburu. Pada suatu hari pemburu tersebut berhasil menaruh perekat di sekitar sangkar-sangkar burung tersebut.

Mereka berusaha melepaskan sayap dan badan dari perekat tersebut. Namun upaya tersebut gagal. Hampir semuanya panik,kecuali si raja parakeet. Ia berkata, "Saudaraku, tenanglah. Ini adalah perekat yang dibuat oleh pemburu. Kalau pemburu itu datang, berpura-puralah mati. Setelah melepaskan perekat, pemburu itu akan memeriksa kita. Kalau ia mendapatkan kita mati, ia akan membuang kita. Tunggulah sampai hitungan ke seratus, sebelum kita bersama-sama terbang kembali.

Keesokan harinya, datanglah pemburu tersebut. Setelah melepaskan perekatnya, ia mengambil hasil tangkapannya. Betapa ia kecewa setelah mengetahui burung-burung tersebut sudah tidak bergerak, disangkanya sudah mati. Namun pemburu tersebut jatuh terpeleset, sehingga membuat burung-burung yang ada ditanah terkejut dan terbang. Hanya raja parakeet yang belum terlepas dari perekat. Iapun ditangkap.

Raja Parakeet meminta pada pemburu itu untuk tidak dibunuh. Sebagai imbalannya ia akan selalu menghibur si pemburu. Hampir tiap hari ia bernyanyi dengan merdunya. Khabar kemerduan suara burung itu terdengar sampai ke telinga sang Raja.

Raja menginginkan burung parakeet tersebut. Sang Raja kemudian menukar burung itu dengan harta-benda yang sangat banyak. Di istana sang Raja, burung parakeet ditaruh didalam sebuah sangkar emas. Setiap hari tersedia makanan yang enak-enak.

Namun burung parakeet tidak bahagia. Ia selalu ingat hutan Aceh tempat tinggalnya. Pada suatu hari ia berpura-pura mati. Sang Raja sangat sedih dan memerintahkan penguburannya dengan upacara kebesaran. Ketika persiapan berlangsung, burung itu diletakkan diluar sangkar. Saat itu ia gunakan untuk terbang mencari kebebasanya. Ia terbang menuju hutan kediamannya. Dimana rakyat burung parakeet setia menunggu kedatangannya

Puteri Junjung Buih

Puteri Junjung Buih

Tersebutlah kisah sebuah kerajaan bernama Amuntai di Kalimantan Selatan. Kerajaan itu diperintah oleh dua bersaudara. Raja yang lebih tua bernama Patmaraga, atau diberi julukan Raja Tua. Adiknya si Raja muda bernama Sukmaraga. Kedua raja tersebut belum mempunyai putera ataupun puteri.

Namun diantara keduanya, Sukmaraga yang berkeinginan besar untuk mempunyai putera. Setiap malam ia dan permaisurinya memohon kepada para dewa agar dikarunia sepasang putera kembar. Keinginan tersebut rupanya akan dikabulkan oleh para dewa. Ia mendapat petunjuk untuk pergi bertapa ke sebuah pulau di dekat kota Banjarmasin. Di dalam pertapaannya, ia mendapat wangsit agar meminta istrinya menyantap bunga Kastuba. Sukmaraga pun mengikuti perintah itu. Benar seperti petunjuk para dewa, beberapa bulan kemudian permaisurinya hamil. Ia melahirkan sepasang bayi kembar yang sangat elok wajahnya.

Mendengar hal tersebut, timbul keinginan Raja Tua untuk mempunyai putera pula. Kemudian ia pun memohon kepada para dewa agar dikarunia putera. Raja Tua bermimpi disuruh dewa bertapa di Candi Agung, yang terletak di luar kota Amuntai. Raja Tua pun mengikuti petunjuk itu. Ketika selesai menjalankan pertapaan, dalam perjalanan pulang ia menemukan sorang bayi perempuan sedang terapung-apung di sebuah sungai. Bayi tersebut terapung-apung diatas segumpalan buih. Oleh karena itu, bayi yang sangat elok itu kelak bergelar Puteri Junjung Buih.

Raja Tua lalu memerintahkan pengetua istana, Datuk Pujung, untuk mengambil bayi tersebut. Namun alangkah terkejutnya rombongan kerajaan tersebut, karena bayi itu sudah dapat berbicara. Sebelum diangkat dari buih-buih itu, bayi tersebut meminta untuk ditenunkan selembar kain dan sehelai selimut yang harus diselesaikan dalam waktu setengah hari. Ia juga meminta untuk dijemput dengan empat puluh orang wanita cantik.

Raja Tuapun lalu menyayembarakan permintaan bayi tersebut. Ia berjanji untuk mengangkat orang yang dapat memenuhi permintaan bayi tersebut menjadi pengasuh dari puteri ini. Sayembara itu akhirnya dimenangkan oleh seorang wanita bernama Ratu Kuripan. Selain pandai menenun, iapun memiliki kekuatan gaib. Bukan hanya ia dapat memenuhi persyaratan waktu yang singkat itu, Ratu Kuripan pun menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat mengagumkan. Kain dan selimut yang ditenunnnya sangatlah indah. Seperti yang dijanjikan, kemudian Raja Tua mengangkat Ratu Kuripan menjadi pengasuh si puteri Junjung Buih. Ia ikut berperanan besar dalam hampir setiap keputusan penting menyangkut sang puteri.

Si Pahit Lidah


Si Pahit Lidah



Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.

Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.

Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.

Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi. Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.

Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.

Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.

Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi

Si Pitung


Si Pitung



Si Pitung adalah seorang pemuda yang soleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji pada Haji Naipin. Selesai belajar mengaji ia pun dilatih silat. Setelah bertahun- tahun kemampuannya menguasai ilmu agama dan bela diri makin meningkat.

Pada waktu itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa iba menyaksikan penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk Belanda), sekelompok Tauke dan para Tuan tanah hidup bergelimang kemewahan. Rumah dan ladang mereka dijaga oleh para centeng yang galak.

Dengan dibantu oleh teman-temannya si Rais dan Jii, Si Pitung mulai merencanakan perampokan terhadap rumah Tauke dan Tuan tanah kaya. Hasil rampokannya dibagi-bagikan pada rakyat miskin. Di depan rumah keluarga yang kelaparan diletakkannya sepikul beras. Keluarga yang dibelit hutang rentenir diberikannya santunan. Dan anak yatim piatu dikiriminya bingkisan baju dan hadiah lainnya.

Kesuksesan si Pitung dan kawan-kawannya dikarenakan dua hal. Pertama, ia memiliki ilmu silat yang tinggi serta dikhabarkan tubuhnya kebal akan peluru. Kedua, orang-orang tidak mau menceritakan dimana si Pitung kini berada. Namun demikian orang kaya korban perampokan Si Pitung bersama kumpeni selalu berusaha membujuk orang-orang untuk membuka mulut.

Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa penduduk memberi keterangan. Pada suatu hari, kumpeni dan tuan-tuan tanah kaya berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Maka merekapun menyandera kedua orang tuanya dan si Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat akhirnya mereka mendapatkan informasi tentang dimana Si Pitung berada dan rahasia kekebalan tubuhnya.

Berbekal semua informasi itu, polisi kumpeni pun menyergap Si Pitung. Tentu saja Si Pitung dan kawan-kawannya melawan. Namun malangnya, informasi tentang rahasia kekebalan tubuh Si Pitung sudah terbuka. Ia dilempari telur-telur busuk dan ditembak. Ia pun tewas seketika.Meskipun demikian untuk Jakarta, Si Pitung tetap dianggap sebagai pembela rakyat kecil.


Laba-laba, kelinci dan sang bulan


Laba-laba, kelinci dan sang bulan



ang bulan terlihat sedih karena sudah lama ia melihat banyak kejadian di dunia dan juga melihat banyak ketakutan yang dialami oleh manusia. Untuk membuat manusia menjadi tidak takut, sang bulan berupaya mengirimkan pesan kepada manusia melalui temannya sang laba-laba yang baik hati.

"Hai sang laba-laba, manusia di bumi sangatlah takut untuk mati dan hal itu membuat mereka menjadi sangat sedih. Cobalah tenangkan manusia-manusia itu bahwa cepat atau lambat manusia pasti akan mati, sehingga tidak perlu mereka untuk merasa sedih", seru sang Bulan kepada temannya sang laba-laba.

Dengan perlahan-lahan sang laba-laba turun kembali ke bumi, dan dengan sangat hati-hati ia meniti jalan turun melalui untaian sinar bulan dan sinar matahari. Di perjalannnya turun ke bumi, sang laba-laba bertemu dengan si kelinci.

"Hendak kemanakah engkau hai sang laba-laba ?" tanya si kelinci penuh rasa ingin tahu. "Aku sedang menuju bumi untuk memberitahukan manusia-manusia pesan dari temanku sang Bulan" sahut sang laba-laba menjelaskan. "oohh perjalananmu sangatlah jauh wahai sang laba-laba. Bagaimana jika kamu memberitahukan pesan sang Bulan kepadaku dan aku akan membantumu memberitahukan kepada manuisa-manusia itu" seru si kelinci. "hemm.. baiklah, aku akan memberitahukan pesan dari sang Bulan kepadamu." jawab sang laba-laba. "Sang Bulan ingin memberitahukan manusia-manusia di bumi bahwa mereka akan cepat atau lambat mati ........." lanjut sang laba-laba.

Belum habis sang laba-laba menjelaskan, si kelinci sudah meloncat pergi sambil menghapalkan pesan sang laba-laba. " Yah, beritahukan manusia bahwa mereka semua akan mati" serunya sambil meloncat-loncat dengan cepatnya. Sang Kelinci memberitahukan manusia pesan yang diterimanya. Manusia menjadi sangat sedih dan ketakutan.

Sang laba-laba segera kembali kepada sang Bulan dan memberitahukan apa yang terjadi. Sang bulan sangat kecewa dengan si kelinci, dan ketika si kelinci kembali sang bulan mengutuk si kelinci karena telah lalai mendengarkan pesan sang Bulan dengan lengkap.

Karena itu sampai saat ini si kelinci tidak dapat bersuara lagi. Bagaimana dengan sang laba-laba? Sang bulan menugaskan sang laba-laba untuk terus menyampaikan pesan kepada manusia-manusia di bumi tanpa boleh menitipkan pesannya kepada siapapun yang dijumpainya. Oleh karena itu sampai pada saat ini kita masih dapat melihat sang laba-laba dengan tekunnya merajut pesan sang bulan di pojok-pojok ruangan. Namun berapa banyakkah dari kita manusia yang telah melihat pesan sang Bulan tersebut?

Loro Jonggrang


Loro Jonggrang



Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!", ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. "Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku," pikir Bandung Bondowoso.

Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. "Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?", Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. "Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya", ujar Loro Jongrang dalam hati. "Apa yang harus aku lakukan ?". Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.

"Bagaimana, Loro Jonggrang ?" desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. "Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya," Katanya. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". "Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. "Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam." Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!", kata penasehat. "Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!"

Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. "Pasukan jin, Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?", tanya pemimpin jin. "Bantu aku membangun seribu candi," pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.

Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. "Wah, bagaimana ini?", ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung... dung...dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.

Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Wah, matahari akan terbit!" seru jin. "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari," sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.

Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. "Candi yang kau minta sudah berdiri!". Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. "Tidak mungkin...", kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.

Lutung Kasarung

Lutung Kasarung




Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. "Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta," kata Prabu Tapa.

Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. "Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya," gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. "Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !" ujar Purbararang.

Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri". "Terima kasih paman", ujar Purbasari.

Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya.

Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. "Apa manfaatnya bagiku ?", pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut.

Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. "Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !", kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

"Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku", kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, "Jadi monyet itu tunanganmu ?".

Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.

Manik Angkeran

Manik Angkeran



Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, "Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya."

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, "Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma."

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kernatian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

"Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini," katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.